Senin, 15 Juni 2009

Se-siapa



Se-siapa

Jaka, malam gulita bulan memudar
berkayuh sampan di telaga bening
adakah salah hati bersandar
pada ikrar di sudut kerling


Duhai engkau dara remaja
gerangan apa kau rasa
hingga asa terejam binasa
terkubur hasrat gundah meraja

Duhai jejaka pelipur lara
bagaimana hati tak gulana
saat bunga memekar asmara
beribu dusta merusak rencana


Dara, ada asap karena api
bilakah itu akan terjadi
kalau janji saling tergenapi
pada ikrar suci abadi

Jaka,sedih luka kuratapi diri
langit berjelaga hujan berlari
pada sesiapa mesti menanti
perihnya hati harus kuhenti


_________________________________________
@ lifespirit 16.6.2009/rev/10.12.2010

Minggu, 14 Juni 2009

Melarung Resah


Melarung Resah


Rimbun belukar beronak onak
duri mencuat sisakan guratan
darah menetes di tubuh rentan
ku-pacu jantung, tetap berdetak

Biar setan riuh bersulang
pantang diri berkata serah
semampang nafas belum terbelah
pasti ku-gulat aral melintang

Apatah arti dawai harpa
bila tak denting di bianglala
apatah guna kucumbu duka
bila asa penuh segala

Ini akal, ini pikiran
belukar beronak kubakar abu


( puisi ini ada di antologi "Suara-Suara Adam" penerbit Bisnis 2030 )

Rabu, 03 Juni 2009

Kacau



Tindih menindih kian sengkarut
Pedih tersembilu di sudut kelu
Tatas merentas doa tersebut
Nurani lunglai tertunduk membisu

Apatah yang kau cari, tuan diraja?

Jiwa Negeriku hancur terburai
Airmata mengalir enggan merinai
Surya terpejam kian tercerai
Tersekat awan pun, batin terkulai

Inikah tanda hujah* imanku
Luruh meretak cerminan rupa
Gelap kupandang cermin akhlakku
Benar salah biaskan cahaya

Lihat tuan, debu mengabu
Cekat melekat mengusir terang
Sulit terpilah sirupa jalang
Juang lara resah bergelimpang

_________________________________________________________________________________
@ lifespirit 18.10.08/4.6.09 ( dipertegas dalam puisi " Hilang Basmalah " by lifespirit 2011 )


Hujah* = alasan , tanda, bukti

Selasa, 21 April 2009

SAMSARA II



Bersembunyi keajaiban di ilalang yang diam,pasrah
Tiada bening getah menawarkan apapun lagi
Kecuali sayat tajam ilalang pada degupdegup hati
Hingga darah mengucur,nurani masih berkata: hikmah

Ilalang adalah ilalang, angin itu pejalan alam,mematik: nada
Jangan berharap desau membuat ilalang bersiul
Ah,ambil ilalang itu, biar gemetar bibir menyiul kekal
Bila tidak sumbang, pertanda kematian bereinkarnasi pada (r)asa

Kala ilalang menjadi roh aksara pujangga
Duka;lara,suka;cita,menjelma berlaksa bait
Ah, makan ilalang itu, bila semanis nira, berarti sajak: surga

Sudah berhenti berkatakata
Bakar ilalangilalang itu,kala masa memberi tumbuh
Pertanda bumi masih berputar pada porosnya

Minggu, 12 April 2009

Air,Matahari,Pelangi

lukisan by aalmarusy.blogspot.com



Air,Matahari,Pelangi

Malam langit bintang gemintang
Pertanda Seribu bulan tlah datang
Bening doa di sudut hening
Tanya berjawab diri nak tenang

Kala Insan bertanya tanya
Asal mula kekasih ada
Tafakur tunduk hanya padaNya
Bening nurani akan berkata :

Dalam masa alam cerita
Samudera memuai menuju bahtera …
Berarak riang bersama Surya
Putih awan pun memayung gembira

Riang mega menari-nari
Bertabur cahaya terang mentari
Sulaiman,BalQis meniti hari
Pertanda tumbuh cinta abadi

Langit biru tersaput jelaga
Halilintar merobek, rinai menerpa
Hati Yusuf tiada mecinta Zulaikha
Duka hati dirundung Nestapa

Sisa hujan membalut bumi
Putih sinar menyapa kembali
Biaskan warna warni pelangi
Tercipta kidung asmara sujati

Saat matahari tahu arti sinarnya
Saat angin tahu arti hembusannya
Saat pelangi tahu arti pesonanya
Saat aku tahu artinya sang aku adanya

Di sana…

Untaian tasbih beriring doa
Ar-Rahmaan* Ar-Rahiim*
Yaa Kabiir* Yaa Kariim*
Bersemayam segala keabadian cinta

_________________________________________________________________
@ Imron Tohari - lifespirit 2008 ( Menyambut Malam Seribu Bulan )

* Ar-Rahmaan ; Maha Pemurah
* Ar-Rahiim ; Maha Penyayang
* Yaa Al-Kabiir ; Maha Besar
* Yaa Al-Karim ; Maha Mulia