Kamis, 23 Desember 2010

Membaca Partitur Rindu Di Kota Sunyi


lukisan diunduh melalui google

Membaca Partitur Rindu Di Kota Sunyi


Pikiran yang berjalan sendirian di kota sunyi mengalunkan kecapi rindu
tubuh yang rebah di atas dipan tidak menjadikan mata terkatup
Di atas pohon mahoni dedaunan tenang digoyang-goyang bayu
untuk siapa kenangan menjerit-jerit menjadi pisau?, lalu
menebas hujan melawan gemuruh runtuh dari langit redup

Duhai tempurung kepala yang membungkus otak dan pikiran
hati merah memang senantiasa berdegup kala cinta menyapa
Suara cicak di dinding sering menambah kesunyian malam kian menekan
hanya laron walau kehilangan sayap tak lelah mencari pusat cahaya

Selewat duka melihat kedalam diri semalam bulan mengintip tirai kamarku
mengetuk-ngetuk pintu hati mengantar kembali asmara pada pagi embun
Berkabar pada bayu yang bergerak bebas di empat penjuru mata angin
asmara. Memuisikan sunyi pada telaga hati kala dihempas terik kemarau
beribu resah pertemuan meninggalkan jejak syair suka derita berlembar-lembar

__________________________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 23 Desember 2010

Selasa, 07 Desember 2010

Di Jalan Rindu Tak Usah Kau Tunggu Gugur Dedaun




Di Jalan Rindu Tak Usah Kau Tunggu Gugur Dedaun


Ujung garis mata lepas memandang
Langit dan laut menyatu, berbincang
Riak ombak mengangkut beribu buih
Adakah tersebut nama Kekasih?

Saat laut mengombak bergelombang
Airmata kemala memungut doa
Menatap ke depan lambaian nyiur merana
Ketam di pantai pergi membawa bimbang

Angin segara berhembus kepegunungan
Di sana tak ada ombak tak ada gelombang
Tapi hujan semalaman gugurkan dedaunan
Menelan suara-suara subuh yang tergoncang

Dalam kalut sibuk mencari lentera
Tertatih di gelap malam jantung bertalutalu
Mendengar angin bergemuruh runtuh aku-ku
Ingat kualitas kematian itu kekasih nan setia
_________________________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit ( di tulis saat berayun di tengah laut menuju pulau sumbawa, 25 Nov 2010. Proses editing dalam pengedapan Desember 2010)

ke•ma•la n batu yg indah dan bercahaya (berasal dr binatang), banyak khasiatnya dan mengandung kesaktian
ke•tam n kepiting berkaki enam dan bersepit, hidup di lumpur di tepi pantai, sungai, parit, atau di pematang sawah

se•ga•ra n laut(an)

Sabtu, 06 November 2010

SILA, SAAT TUHAN BERTANYA


foto diunduh : http://foto.vivanews.com/read/2532-status-gunung-merapi-siaga

SILA, SAAT TUHAN BERTANYA

Di tanah negeriku ,aku menatap rupa langit
Langit biru kini tersaput warna saga

Di tanah negeriku, aku melihat sungai air mata
Mata yang berebut doa dari bencana

Di tanah negeriku, kini banyak sumpah seranah
Seranah rakyat pada yang entah

Di tanah negeriku, aku dapati anomali kebangsaan
Kebangsaan menyikapi bencana negeri dengan pelesiran

Di tanah negeriku, beribu tanya tentang keadilan Tuhan
Tuhan yang juga mempertanyakan …

" Di manakah aku,kau dan mereka memuarakan air mata?”

_____________________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit, 6 Nov 2010

seranah : kutuk; sumpah; serapah; tulah
sila : 1. duduk dengan kaki berlipat dan bersilang 2. aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa 3. kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun) 4. dasar; adab; akhlak; moral: -- dalam Pancasila saling terkait

Rabu, 13 Oktober 2010

Mencari Tuhan, Kabut Menyayat


gambar diunduh http://wallpapers.free-review.net/wallpapers/

Mencari Tuhan, Kabut Menyayat

Hujan semalaman
adakah hati yang tak resah diusik kenangan?

Di atas tanah halaman
air hujan melompat-lompat
suara gemericik meremukkan jiwa insan
dingin berkabut menyayat-nyayat

Hujan semalaman nyanyikan duka
tenggelamkan tangis beribu luka
burung manguni pulang lupa bersuara

Tahu seperti ini, aku malu
air mataku sibuk mencari-Mu
________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 13 October 2010

Sabtu, 02 Oktober 2010

Membaca Luka


Foto Resa Pundarika

Membaca Luka

:/Resa Pundarika


Setelah sajak terakhir kau kirim padaku
perihal rumput selalu hijau sepanjang masa
Dan kisah penghianatan yang tertulis abadi di batubatu
meninggalkan genangan air di sudut mata…

Malammalam sering aku mengalun sunyi
purnama bertudung awan menatap sabana
Kunang berlentera kecil,tabah, melintasi selasar jiwa
rubah pikiran bisu batu tenggelam di secangkir kopi

Mengenangmu, seperti mengingat sajak luka
membawa alat bercocok tanam dengan sekaleng benih cinta
Sungai mengalir, sungguh kasihan air lelah sampai di bunga
menatap mekar tak serta merta menghapus air mata

Di semesta raya kaki melepuh berjalan di atas buaian
beribu kerling jelita fana bau amis darah, rentan──
Tercecer dari ujung-ujung mantel memburu kesenangan
mesti seperti itukah mengejar hidup dalam kefanaan?

Di padang sabana derap kuda membelah deru
matahari membakar, angin berpusar terbangkan debu

Entah berapa musim sudah air mata lewat berlalu


__________________________________________________
@ Imron Tohari _ lifespirit 2 Oktober 2010

se•la•sar n 1 serambi atau beranda (ada yg tidak beratap)