Senin, 20 Juli 2009

Wangi Kesturi

Wangi Kesturi Harum bunga di taman sepi Tidak rugi setia pada janji Bila hati mesti menanti Pastikan diri tahan diuji Biar dia tak kunjung datang Jangan pupus dirundung malang Esok menjelang bisa kau ulang Semai benih untuk tersayang Oo,wangi asmara laksana bunga Terbawa terbang ke batas nirwana Lembut mengalun menggurat sayang Membuai jiwa melayang layang Oo, penuang anggur-anggur cinta Kaul perindu rapuh kaca Mabuknya aulia mencari anasir Sauk syair berkaca sair _______________________________________________________ @ Imron Tohari, lifespirit, rev.21.7.09 esokuntukcinta # sauk: keluh; erang; keluh dan tangis

Minggu, 19 Juli 2009

melaung lesap



melaung lesap


berdiri di tepi pantai
menatap ombak bergulung sendiri
membentur karang air tercerai
berdegap-degap* rinai teruntai

di hampar pasir pasir
mematik syahdu di relung hati
rencam* tergurat segala memori

tentang, ku
tentang, mu

di hampar pasir

untuk terkasih
ada menunggu…



_________________________________________
@ Imron Tohari, lifespirit rev 20.7.09 inginku

# berdegap-degap : berdebar-debar keras

#rencam , merencam : tidak nyata atau
tidak jelas kelihatan; mengaburkan mata
(krn terlampau banyak atau halus-halus
sekali)

Jumat, 19 Juni 2009

Kidung Kasmaran



Kidung Kasmaran

Sudah jauh di rantau asa
Jauh pula sanak saudara
Nyinyir kecut rindu segala
Pada kekasih di belah samudra

Tidak guna kupikir murung
Bertambah umur entah berkurang
Biar masam berkerut kenang
Kutepis resah gundah kugantung

Selepas hujan kucumbu suria
Ku ajak dara menari bianglala
O cinta,sebentar waktu kupastikan ada
Dua jiwa menyatu raga

Merindu rindu kasih di pulau
Berharap harap pada sang kala
Kalungkan doa sepenuh segala

: Aih dara…
harapku membuncah hingga Nirwana


@ lifespirit 19.6.09

Senin, 15 Juni 2009

Se-siapa



Se-siapa

Jaka, malam gulita bulan memudar
berkayuh sampan di telaga bening
adakah salah hati bersandar
pada ikrar di sudut kerling


Duhai engkau dara remaja
gerangan apa kau rasa
hingga asa terejam binasa
terkubur hasrat gundah meraja

Duhai jejaka pelipur lara
bagaimana hati tak gulana
saat bunga memekar asmara
beribu dusta merusak rencana


Dara, ada asap karena api
bilakah itu akan terjadi
kalau janji saling tergenapi
pada ikrar suci abadi

Jaka,sedih luka kuratapi diri
langit berjelaga hujan berlari
pada sesiapa mesti menanti
perihnya hati harus kuhenti


_________________________________________
@ lifespirit 16.6.2009/rev/10.12.2010

Minggu, 14 Juni 2009

Melarung Resah


Melarung Resah


Rimbun belukar beronak onak
duri mencuat sisakan guratan
darah menetes di tubuh rentan
ku-pacu jantung, tetap berdetak

Biar setan riuh bersulang
pantang diri berkata serah
semampang nafas belum terbelah
pasti ku-gulat aral melintang

Apatah arti dawai harpa
bila tak denting di bianglala
apatah guna kucumbu duka
bila asa penuh segala

Ini akal, ini pikiran
belukar beronak kubakar abu


( puisi ini ada di antologi "Suara-Suara Adam" penerbit Bisnis 2030 )