Wangi Kesturi
Harum bunga di taman sepi
Tidak rugi setia pada janji
Bila hati mesti menanti
Pastikan diri tahan diuji
Biar dia tak kunjung datang
Jangan pupus dirundung malang
Esok menjelang bisa kau ulang
Semai benih untuk tersayang
Oo,wangi asmara laksana bunga
Terbawa terbang ke batas nirwana
Lembut mengalun menggurat sayang
Membuai jiwa melayang layang
Oo, penuang anggur-anggur cinta
Kaul perindu rapuh kaca
Mabuknya aulia mencari anasir
Sauk syair berkaca
sair
_______________________________________________________
@ Imron Tohari, lifespirit, rev.21.7.09 esokuntukcinta
# sauk: keluh; erang; keluh dan tangis
2 komentar:
menarik sekali kak ^_^
hmmm.. aku maknai ya..
Jika kita memang sungguh sungguh pada sesuatu maka menunggu/ menghadapi rintangan bukanlah hal yang membuat ia gentar.dan jika apa yang kita inginkan belumlah tersampaikan maka jangan sampai itu memutuskan asa kita.
Bait terakhir
Baris pertama dan kedua diibaratkan seseorang pencinta yang mempunyai nazar pada setiap usaha yang dilakukannya demi mendapatkan cinta hakiki. Adalah seorang yang suci/ beriman yang haus pada sesuatu yang terpenting dalam hidupnya (aku artikan disini adalah kemuliaan hidup/ agama/ ketakwaan) dan berusaha meraih kecintaan dalam lantunan (pujipujian/ syair) agar terbebas dari api neraka (“sauk sair berkaca sair”)
sair yang pertama berarti syair
sair yang kedua berarti neraka
bisa juga jika digabungkan melantunkan puji-pujian lewat syair dan mengharap terhindar dari panas api neraka ^_^
SEMANGAT !!!
Sebuah apresiasi urai makna yang bagus Ilan. Salut!
Salam lifespirit!
Posting Komentar