Jalan
rimbun belukar beronak onak
duri mencuat sisakan guratan
darah menetes di tubuh retan
pun, ku-pacu jantung, tetap berdetak
biar pedang datang menghalang
pantang diri berkata serah
semampang nafas menyerta tubuh
pasti ku-gulat aral melintang
biar harpa tak lagi kudengar
denting berirama di bianglala
walau ada tersisa duka
asa kujaga penuh segala
pada akal dan pikiran
belukar beronak kubakar mengabu
dengan kibasan tajam doaku
yang masih tersisa untuk Tuhanku.
@ lifespirit 22 Februari 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar