Suatu Pilihan
Di remang malam, kasih berdua
berkata-kata, cinta terbina
tiada peduli panasnya bara
berkereta cinta satukan raga
Saat bibir berpagut mesra
berdebar hati terbakar asmara
hilang peduli akan lara
kugelut ada dirimu dara
Kubungkam bisu segala tanya
hangatnya nafas kian bergelora
meliuk, meradang, berlaksa rasa
pun kuabaikan bulan memucat cahaya
Oh, selepas nikmat engkau menangis
adakah cinta, hanyut terkikis
bagaimana nanti kembali melukis
bila warna tiada di kanvas
@ lifespirit, 21 February 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar